Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Continuous Security in Preventing Modern Crime 2010


Untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat   bagaimana melindungi ATM dapat memberikan keamanan baik bagi nasabah maupun masyarakat luas pada umumnya maka Universitas Gunadarma menyelenggarakan kegiatan seminar “Continuous Security in Preventing Modern Crime 2010” pada tanggal 4 Pebruari 2010, bertempat di Auditorium Kampus Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina Depok. Seminar ini diikuti dengan sangat antusia oleh kurang lebih 300 peserta seminar yang terdiri komunitas kemanan indonesia, dosen dan mahasiswa.

Pada seminar ini , dibahas tidak hanya mengenai keamanan system, tetapi juga keamanan  yang dilihat dari bidang maupun aspek lain yang terkait dengan Teknologi Informasi. Seminar ini menghadirkan 6 pembicara, yaitu : Roy suryo (Pokja Kominfo Komisi 1 DPR RI dan Pemerhati telematika), Ruby Alamsyah    (Pt. Jaringan Nusantara- Jarnus), M. Salahuddien ( ID- SIIRTII), Gildas Deograt (Komunitas Keamanan Informasi), Avinanta Tarigan (Kepala Pusat studi Keamanan Informasi Universitas Gunadarma) dan Edmond Makarim (Staf Ahli Bidang Hukum Menkominfo). Seminar ini diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dr. Adang Suhendara dan dibuka oleh Irwan Bastian selaku Purek III Universitas Gunadarma. Pada seminar ini, pembicara pertama, Dr. Avinanta Tarigan, membahas tentang Keamanan sistem dan menjelaskan bahwa batasan suatu sistem dikatakan aman tergantung dari masig-masing sistem aturan yang berlaku pada suatu instansi tertentu.  Pembicara kedua, Gildas Deograt menyajikan penetration test (pent-test), dengan adanya simulasi penetrasi sistem dapat diketahui sampai dimana sistem dikatakan aman dan dimana celah dari keamanan sistem yang ada.
Ruby Alamsyah, Dalam paparannya, Ruby mengatakan bahwa forensik dilakukan untuk mendapatkan dan mengumpulkan barang bukti terhadap suatu kasus yang nantinya akan digunakan dalam persidangan, dimana salah satu barang buktinya bisa berbentuk digital. Layaknya barang bukti fisik, data-data digital juga dapat dijadikan barang bukti suatu kasus.  Barang bukti digital sangat rentan terjadinya kerusakan, sehingga diperlukan digital forensik. M. Salahuddien To secure the internet, karena kita semua menginginkan agar supaya pengguna TI merasa confident/nyaman.    Roy Suryo, bagaimana melakukan komunikasi teknologi ke publik / media juga harus memperhatikan etika dalam penyampaiannya. Dan pembicara terakhir Edmond Makarim meyatakan bahwa esensi security adalah upaya pengamanan. security adalah meningkatkan sistem pengamanan.
Seminar dilanjutkan dengan diskusi panel yang sangat seru dan menarik dipandu oleh moderator Dr. I Made Wiryana.