Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Gunadarma kembali Memberangkatkan Dosen dan Mahasiswa Ke Luar Negeri


Jumat 1 Agustus 2008, di gedung 5 lt 1 kampus D, Universitas Gunadarma, para kandidat peraih beasiswa studi ke luar negeri dikumpulkan oleh koordinator program pasca sarjana.
Acara dimulai jam 10.00 WIB , dan Ibu peni menunjuk Dr. Eri Prasetyo untuk memberi wejangan ke mereka. Dan materi yang dipresentasikan berjudul ” Penyesuaian Budaya Studi Ke Luar Negeri”. Kenapa topik itu yang dipilih, karena memang pertama yang dihadapi sekolah di luar negri adalah bisa mengatasi budaya. Tanpa bisa mengatasi budaya yang berbeda maka akan sulit kedepannya.

Acara dilanjutkan jam 2 siang oleh prof. Djati Kerami, yang menjelaskan tentang tip-tip agar sukses dalam studi. Jam 3 siang pengarahan oleh Prof. Yuhara Sukra, beliau memberi motivasi yang nantinya akan dihadapi di negeri orang. beliau menceritakan sejarah tempo dulu, saat pertama pengiriman mahasiswa ke LN. Memang kejadian lucu-lucu.

Acara ini diikuti oleh kandidat :
Aries Muslim, yang mendapat beasiswa S3 dari dikti, dengan tujuan Université de Bourgone, France; Ira Puspita, beasiswa S3 dari dikti juga pergi ke Université de Bourgogne, France, Dian Kemala Putri, mendapat beasiswa S3 dari dikti, menuju Ke ENSAM, France, Musa, mendapat beasiswa S3 dari SCAC kedutaan besar Prancis, pergi ke Bourgogne, Aning, mendapat beasiswa S2 dari dikti, pergi ke Dijon, Moulida butar-butar, mendapat beasiswa S2 dari dikti pergi ke poursmoth, UK, Rudi JS, dan Widiyanto Mukodim mendapat beasiswa S2 dari Erasmus mundus. Ada 2 orang yang tidak bisa hadir yaitu T.B Akhriza, mendapat beasiswa S3, dari pemerintah China dan Citra yang mendapat beasiswa S2 dari Dikti. Plus mahasiswa Sarmag yang akan pergi ke Le Creusot selama 1 semester yaitu, Wisnu Kusuma Maulana dan Vina Eviana, yang didampingi orangtuanya.