Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Lokakarya Kejurubahasaan


Program Magister Sastra Universitas Gunadarma menyelenggarakan Lokakarya Kejurubahasaan pada tanggal 16 Juli 2009 di Auditorium Kampus A Universitas Gunadarma Jl. Kenari No. 13 Jakarta Pusat. Peserta lokakarya ini adalah mahasiswa Program Magister Sastra Universitas Gunadarma dan tamu undangan yaitu para dosen S1 dan S2 Universitas Gunadarma.

Lokakarya ini diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Gunadarma Prof. E.S. Margianti, SE., MM yang sekaligus membuka acara lokakarya ini. Sebelum memandu lokakarya ini, Dr. Barry Turner memberikan penjelasan singkat tentang Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), tempat beliau mengajar. Beliau menjelaskan bahwa RMIT telah berdiri sejak 1887 dan saat ini terdapat sekitar 66.000 mahasiswa/i. Dr. Barry juga menyampaikan bahwa saat ini kedudukan beliau di RMIT adalah sebagai Ketua Jurusan program pasca sarjana Penerjemahan dan Kejurubahasaan.

Lokakarya Kejurubahasaan ini  dibagi dalam dua sesi, di pandu oleh Dr. Barry Turner dari  Royal Melbourne Institute of Technology Australia (RMIT) serta dimoderatori oleh Romel Noverino. Sesi pertama merupakan penjabaran tentang kejurubahasaan dan sesi kedua merupakan sesi Tanya-jawab dan pelatihan kejurubahasaan.

Pada sesi pertama, Dr. Barry Turner memberikan penjelasan teoritis dan praktis tentang kejurubahasaan konsekutif (consecutive interpreting) melalui makalahnya yang berjudul “Automatisation in note-taking for Consecutive Interpreting – Indonesian and English.” Beliau menjelaskan bahwa kejurubahasaan konsekutif erat kaitannya dengan kemampuan note-taking yaitu kemampuan untuk mencatat ujaran yang akan di alih bahasakan ke bahasa sasaran. Tujuan note-taking ini adalah agar seorang jurubahasa tidak kehilangan kata, frasa, klausa atau kalimat yang akan di alih bahasakan. Tetapi bukanlah berarti bahwa bentuk yang harus dipertahankan, melainkan makna lah yang harus di pertahankan. Agar makna dapat di pertahankan, seorang juru bahasa konsekutif harus mencatat kata-kata kunci dalam suatu ujaran. Karena seorang juru bahasa tidak bisa meminta seorang pembicara yang ujarannya akan di alih bahasakan untuk berbicara pelan, maka meskipun ujarannya di ucapkan dengan cepat, maka pada saat itu pula harus di catat seiring jurubahasa mendengarkan ujarannya. Untuk mempermudah pencatatan, digunakanlah kata-kata singkatan dan simbol yang sering di perkaya dari gaya penulisan pesan singkat (SMS) dan surat elektronik, serta simbol yang berasal dari emoticon. Dari pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi seorang juru bahasa di berbagai Negara, Dr. Barry mengakui bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang kata-katanya paling banyak bisa di singkat. Selain itu, pemahaman kohesi dibutuhkan jurubahasa untuk menangkap referansi yang mangacu pada apa yang terdapat di ujaran atau yang mengacu pada apa yang terdapat di luar ujaran agar ujaran yang di alih bahasakan dapat terstruktur dan di mengerti oleh pendengar. Untuk memperoleh kemampuan itu, perlu kualifikasi dan pelatihan yang intensif.

Setelah istirahat, sesi kedua diawali dengan sesi tanya-jawab, kemudian Dr. Barry melanjutkan dengan pelatihan kejurubahasaan konsekutif dan simultan. Pelatihan kejurubahasaan konsekutif dengan memutar video pidato berbahasa Inggris dan peserta di minta untuk note-taking kemudian mengartikan secara lisan ke bahasa Indonesia. Video berbahasa Indonesia juga di tayangkan dan peserta melakukan note-taking kemudian mengartikan secara lisan ke bahasa Inggris.

Secara keseluruhan, acara lokakarya ini sukses dan memenuhi apa yang menjadi tujuan di adakannya acara ini yaitu para peserta dapat bertukar pikiran tentang persiapan apa yang diperlukan seseorang untuk menjadi jurubahasa yang baik; memberi kesempatan kepada para peserta untuk berkomunikasi langsung dengan akademisi dan praktisi dalam bidang kejurubahasaan dari luar negeri; dan memberi pelatihan kejurubahasaan kepada para peserta.