Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Bambang G.H dan Hary W.A.R


Pada tanggal 12 Oktober 2010, Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Gunadarma kembali menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi.  Acara ini berlangsung di Auditorium Kampus Depok Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok cina Depok. Kandidat Doktor pada sidang kali ini adalah Bambang Gunawan Hardianto dan  Hary W. A. Ramadhon.
Sidang diawali dengan presentasi Kandidat doktor Bambang Gunawan Hardianto yang menyajikan materi yang berjudul "Analisa Pengaruh Kompetensi Manajemen, Karakteristik Organisasi dan Regulasi terhadap Kinerja Investasi Industri Asuransi di Indonesia. Dengan komisi pembimbing yang terdiri dari Prof. Dr. Suryo Guritno, M. Stat, sebagai Promotor dan Dr. Prihantoro sebagai Ko-Promotor dan penguji Luar  Prof. Dr. H. Noor Fuad, MSc., PhD, FLMI, AAIJ, QIP., CPIE. Penelitian Bambang G.H dilakukan untuk meneliti lebih jauh tentang pengaruh kompetensi manajemen, karakteristik organisasi dan regulasi terhadap return  investasi, portofolio investasi dan kinerja investasi industri asuransi di indonesia. Paradigma model yang dikembangkan pada penelitian ini didasarkan atas Model Akinwale dan Abiola (2007). Jumlah sampel penelitian ini adalah 112 perusahaan yang terdiri dari 36 perusahaan asuransi jiwa, 67 perusahaan asuransi kerugian, 4 perusahaan reasuransi, 3 perusahaan penyelenggara asuransi PNS dan TNI/POLRI, 2 penyelenggara ausransi sosial dan jamsostek.
Penujian model dan hipotesis didasarkan pada metode persamaan struktural (SEM) dengan bantuan program AMOS ver 6.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi manajemen karakteristik organisasi, dan regulasi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap variabel return investasi portofolio investasi dan kinerja investasi.

Sidang sesi kedua dilanjutkan dengan presentasi kandidat Doktor Hary W. A. Ramadhon  dengan judul disertasi Analisa kinerja reksa dana dan kosistensinya di bursa efek indonesia periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2008. Kandidat Doktor Hary W.A.R  dibawah komisi pembimbing Prof. Dr. Nopirin, M.A, selaku Promotor dan Dr. rer. pol. Sudaryanto selaku  Ko-Promotor. Bertindak sebagai  penguji Luar  Prof. Dr.Sutyastie S. Remi, SE., MS.

Dalam  presentasinya, Kandidat Doktor Hary W.A.R menjelaskan kinerja reksa dana pada Bursa Efek Indonesia yang diukur dengan berbagai metode pengukuran kinerja reksa dana, untuk periode tahun 2001 sampai dengan 2008, secara umum menunjukkan adanya perbedaan kinerja reksa dana. Kecenderungan naiknya NAB reksa dana dan faktor risiko menjadi penyebab terjadinya perbedaan tersebut. Tidak adanya perbedaan kinerja reksa dana lebih disebabkan oleh adanya suatu kejadian yang menyebabkan goyangnya industri reksa dana, seperti perisiwa redemption pada tahun 2005 tersebut, pelaku pasar (investor, manajer investasi dan bank kustodian) sebaiknya menggunakan metode risk-adjusted performance, baik indeks sharpe, indeks treynor maupun alpha Jensen.

Menurut Hary, kinerja reksa dana di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2001 sampai dengan 2008 menunjukkan adanya konsisten. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji konsistensi kinerja reksa  dana yang diukur dengan berbagai metode pengukuran kinerja reksa, uji persistensi maupun uji prediktabilitas kinerja reksa dana dengan menggunakan rantai markov. Pendugaan dalam kerangka pemikiran penelitian ini terbukti, artinya bahwa pasar modal indonesia yang efisien dalam bentuk lemah mampu digunakan untuk memprediksi kinerja reksa dana di masa mendatang. Hal ini bertentangan dengan hipótesis efisiensi pasar (EHM) yang dikemukakan oleh Fama. Kecenderungan naiknya NAB dari tahun ke tahun menyebabkan kinerja reksa dana cenderung konsisten. Dari beberapa kejadian yang menyebabkan goncangnya reksa dana langsung disikapi oleh pemerintah dalam, hal ini Bapepam, dengan mengeluarkan varian reksa dana. Pelaku pasar, yaitu investor, manajer investasi dan bank kustodian menyikapinya dengan mengalihkan investasinya kedalam reksa dana yang terdiversifikasi dengan  baik, sehingga resiko dapat diperkecil. Reksa dana tidak lebih dari alat pemerintah dalam menghimpun dana dari masyarakat.

Setelah rehat sidang sesi 1 dan sesi 2, Pimpinan Sidang mengumumkan Kedua Kandidat Doktor dinyatakan Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan.