Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > nicolas. munck >
Seminar Ilmiah : Diseminasi Hasil Kerjasama Penelitian anatara Mahasiswa Universitas Gunadarma dengan ESIGELEC - France


Universitas Gunadarma saat ini tercatat telah menjalin kerjasama dengan puluhan universitas di dalam dan luar negeri, salah satunya adalah dengan Universitas ESIGELEC, Perancis. Kerjasama antara dua institusi pendidikan ini tidak hanya mencakup kerjasama riset/penelitian saja melainkan juga pertukaran mahasiswa dan dosen antar kedua universitas. Hal tersebut disampaikan Dr. Eri Prasetyo Wibowo selaku penanggung jawab kerjasama Universitas Gunadarma-ESIGELEC Pada Rabu, 9 Agustus 2017. Bertempat di Auditorium D462, Universitas Gunadarma mengadakan Seminar Ilmiah "Diseminasi Hasil Kerjasama Penelitian antara Mahasiswa Universitas Gunadarma dengan ESIGELEC-France". Acara ini menjelaskan sejauh mana perkembangan dan hasil dari kerjasama Universitas Gunadarma-ESIGELEC yang sudah terjalin hampir 10 tahun ini. Eri Prasetyo menjelaskan bahwa embel world class university yang dimiliki Universitas Gunadarma tidaklah hanya sekedar label semata. "Dosen pengajar dengan kualitas baik dan bersertifikasi, publikasi penelitian tertata, serta kualitas lulusan yang dihasilkan merupakan aspek yang harus dipenuhi untuk menjadi world class university dan Universitas Gunadarma telah memenuhinya selama ini", ungkap Eri Prasetyo. Ia menambahkan bahwa proses kerjasama tidak hanya sebatas dengan penandatanganan Moratorium of Understanding (MoU). Ia menjelaskan bahwa kunci dari kerjasama antar institusi baik dalam dan luar negeri yang terus tetap terjalin dengan baik oleh Universitas Gunadarma ialah karena menerapkan prinsip ACTION bukan NATO. "Penandatanganan kerjasama justru bukan akhir melainkan awal dari segalanya. Setelah tanda tangan kerjasama waktunya kita action bukan NATO (No Action Talk Only)", ungkapnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir pula perwakilan mahasiswa ESIGELEC Perancis, Nicolas Munck yang menceritakan pengalamannya dari awal memilih Universitas Gunadarma sebagai tujuan universitas magangnya sampai ia benar-benar kini menjalani beragam kegiatan di Universitas Gunadarma bersama beberapa mahasiswa ESIGELEC lainnya. Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr.rer.nat. Avinanta Tarigan ini juga menghadirkan pembicara Dr. Purnawarman Musa yang merupakan dosen yang bertanggung jawab mendampingi mahasiswa dalam project berhubungan dengan robotika. Ia menjelaskan bahwa kerjasama antara dua institusi pendidikan sangat baik terutama dalam hal riset dan penelitian. Kehadiran mahasiswa ESIGELEC Perancis yang selama ini seluruhnya merupakan berlatar belakang mahasiswa teknik sangat mendongkrak motivasi mahasiswa Universitas Gunadarma dalam melakukan berbagai inovasi dan penelitian. Hal tersebut terlihat dari beragam penelitian dan project yang telah dan sedang dilakukan yang melibatkan mahasiswa asing dan mahasiswa Universitas Gunadarma sendiri. Sejak tahun 2010 beberapa hasil karya yang berhasil dihasilkan diantaranya Robot Soccer, Rocket EDF, Rocket Payload, Hybrid Car, Embedded System (Face Detection & Stereo Vision), Robot Information University of Gunadarma (RI-UG/Nickname RY-UJI), dan terakhir di tahun 2017 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) serta Embedded System (Multimedia Transmission & Integral Image). Tidak hanya penelitian, tim robotika yang dipimpin Dr. Purnawarman Musa ini juga berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional yaitu pada 2016 silam yaitu runner-up atau juara dua dalam Kompetisi CanSat International Competition 2016 yang digelar di Mongolia. Musa menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini tim robotika dibawah naungannya tersebut akan kembali mengikuti kejuaraan pada pertengahan Agustus 2017 mendatang.

Acara diakhiri dengan tanya jawab dan penyerahan cindera mata untuk para pembicara yang diserahkan oleh ketua panitia Dr. Emy Haryatmi, SKom., MEngSc., MT



Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}