Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Seminar kesehatan "Kenali kanker serviks: Gejala-pencegahan-pengobatan"


Universitas Gunadarma bekerjasama dengan Mitra Keluarga Bekasi menyelenggarakan Seminar Seminar kesehatan dengan tema "Kenali kanker serviks: Gejala-pencegahan-pengobatan".

Seminar dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 19 Januari 2017 bertempat di Auditorium Kampus J1 Universitas Gunadarma, Kalimalang, Bekasi. Seminar ini menghadirkan pembicara dr. Akhmad Fajrin Priadinata.


Acara diawali dengan Laporan oleh Ketua Pelaksana Dr. dr. Matrissya Hermita, M.Si. Pada sambutannya dijelaskan mengenai latar belakang kenapa diambil tema tentang Kanker Serviks, karena merupakan penyebab kematian wanita nomor dua di dunia.


Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan dari Direktur Program Diploma Kesehatan Universitas Gunadarma Prof.Dr.dr.Johan Harlan, SSi., MSc dilanjutkan dengan Pengenalan mengenai RS Mitra Keluarga Drg. Indah Atika I.


Retno Ekawaty selaku moderator, memperkenalkan dr. Akhmad Fajrin Priadinata sebagai pembicara. Pada seminar ini dr Fajrin, memaparkan bahwa setiap hari ada kematian yang disebabkan Kanker Serviks. Pasien sekarang sudah mulai pada usia 26 tahun. Nikah muda memiliki korelasi yang kuat dengan banyaknya kanker serviks. Kanker serviks disebebakan Human Papilloma Virus ( HPV )tipe 16 dan 18.

Banyak Pasien yg datang ke RS dengan Stadium lanjut, minimal 2B sehingga agak sulit untuk penanggulangannya. Untuk langkan pencegahan perlu dilakukan vaksinasi serviks pada wanita usia muda karena puncak virus di usia 14-24 thn.

Semakin dini terdeteksi semakin mudah penanggulangan penyakitnya. Langkah pencegahan primer dapat dilakukan melalui edukasi, yaitu mencari informasi dan bertanya pada dokter; dan vaksinasi, yang berfungsi untuk menginduksi tubuh membentuk antibodi

Dengan adanya vaksinasi merupakan salah satu pencegahan yang baik dibandingkan dengan pengobatan di tahap lebih lanjut.