Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Seminar Nasional Peluang & Tantangan Pengembangan Sumber Daya Air Di Indonesia


Pada hari Selasa 16 Juni 2009 , bertempat di Kampus D, Gd. 4 Lt. 6 Auditorium, Universitas Gunadarma,Jl. Margonda Raya No. 100, Depok diselenggarakan Seminar Nasional  Peluang & Tantangan  Pengembangan Sumber Daya Air Di Indonesia

Seminar ini diadakan untuk memberikan wawasan tentang pengembangan sumber daya air sehingga diharapkan mampu memanfaatkan potensi sumber daya air yang ada di Indonesia.

Pada Seminar ini, menyajikan para Pembicara  sebagai berikut: Prof. Dr Ramchan Oad (Professor Civil and Environmental Engineering Colorado State University, USA ), Dr. Ir. Mochammad Basoeki Hadimoeljono, MSc (Inspektur Jendral Departemen Pekerjaan Umum), Dr. Iwan Kridasantausa (Dosen Pasca Sarjana Universitas Gunadarma)

Seminar ini berisi tentang ketersediaan Sumber Daya Air mempunyai peran yang sangat mendasar dan penting untuk menunjang pengembangan ekonomi wilayah, sumber daya air yang terbatas di suatu wilayah mempunyai implikasi kepada kegiatan pengembangan yang terbatas dan pada akhirnya kegiatan ekonomipun terbatas sehingga kemakmuran rakyat makin lama tercapai. Air waduk/ danau, sungai digunakan untuk berbagai pemanfaatan antara lain sumber baku air minum, air irigasi, pembangkit listrik, perikanan, pertanian dan lain sebagainya, jadi betapa pentingnya air tawar yang berasal dari waduk/ danau dan sungai bagi kehidupan.

Sumber-sumber air, kuantitas air dan kualitas air, konservasi daerah aliran sungai, pengendalian banjir dan kekeringan, infrastruktur keairan, pola dan rencana pengelolaan sumber daya air terpadu, kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan otonomi daerah (OtDa), sampai pemodelan manajemen sumberdaya air menjadi suatu yang harus senantiasa di kaji untuk bisa menempatkan air dalam waktu yang tepat, jumlah yang layak dan tempat yang tepat (right time, right amount, right place) dalam mengelola dan mengkaji fenomena alam yang terjadi saat ini baik segi banjir maupun kekeringan serta bencana lain yang disebabkan air.

Di Indonesia terdapat 5.590 sungai induk dan 600 di antaranya berpotensi menimbulkan banjir. Daerah rawan banjir yang dicakup oleh sungai-sungai induk ini mencapai 1,4 juta hektar. Terjadinya serangkaian banjir dalam kurun waktu yang relatif singkat dan selalu terulang setiap tahunnya menuntut upaya lebih besar untuk mengantisipasinya sehingga kerugian yang ditimbulkannya dapat diminimalkan. Bencana banjir tidak saja menyebabkan sawah tergenang sehingga tidak dapat dipanen dan meluluhlantakkan perumahan dan permukiman, tetapi juga merusak pelayanan sosial ekonomi masyarakat dan prasaranan publik bahkan menelan korban jiwa. Kerugian akan semakin besar apabila terganggunya bahkan terhentinya kegiatan ekonomi dan pemerintahan diperhitungkan dari segi ekonomi. Sebagai ilustrasi berdasarkan laporan pasca banjir JABODETRABEK 2007 oleh Bappenas, penilaian awal kerugian yang diakibatkan banjir sebesar Rp. 5,16 triliun dan kerugian ekonomi sebesar Rp. 3,60 triliun, 12,5% menjadi beban pemerintah, dan 87,5% merupakan beban sektor swasta dan masyarakat. Urutan sektor yang menjadi beban pemerintah: 1) sektor infrastruktur 82,2%; 2) sektor lintas sektor 10,29%; 3) sektor sosial 7,51%.

Mengingat betapa pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu, maka perlu diupayakan pembenahan dan penyelesaian berbagai sarana dan prasarana sumber daya air yang menjadi tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya air di masa yang akan datang,

Materi seminar dapat di download di http://seminar.gunadarma.ac.id