Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Seminar Nasional "Pengaruh Kebudayaan Inggris di Indonesia"


Fakultas Sastra bekerjasama dengan BEMF-Sas telah menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema "Pengaruh Kebudayaan Inggris di Indonesia" pada hari sabtu tanggal 18 Mei 2013, pukul 13.00-17.00 bertempat di Auditorium Universitas Gunadarma, dan para pembicaranya adalah:


1. Mr James Read dari Forbes Magazine Indonesia, yang membahas mengenai "Pengaruh kebudayaan Inggris di Indonesia". Ringkasan dari seminar beliau adalah kebudayaan (mempelajari tentang perilaku manusia didalam kelompok). Juga tentang lapisan budaya dan bagaimana Inggris memiliki pengaruh di Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, hiburan, politik. Dampak budaya dari Inggris juga dapat dilihat dari kenyataan bahwa ada beberapa perusahaan Inggris di Indonesia.


2. Dr. Wijaya Herlambang MA dari Forbes Magazine, selaku Pengajar di Universitas Gunadarma, yang membahas mengenai "pembentukan anti-komunisme dan munculnya liberalisme ke dalam rancah budaya". Ringkasan dari seminar beliau adalah tidak hanya dari Inggris, namun Indonesia juga mendapat pengaruh dari AS. Dari sisi ekonomi, AS tertarik pada sumber daya alam Indonesia. AS juga berusaha membentuk budaya Indonesia, sehingga perkembangan budaya Indonesia berada di bawah pengaruh AS dan bagaimana AS mencoba memanipulasi demokrasi melalui hiburan di Indonesia.


3. Dr. Rita Sutjiati selaku pengajar di Universitas Gunadarma, yang membahas mengenai "Peran Kebudayaan Inggris kepada Orang Indonesia". Ringkasan dari seminar beliau adalah ada beberapa sisi positif dan negatif dari pengaruh dari budaya Barat. Dari budaya Barat, Indonesia belajar bahwa waktu adalah uang, tetapi juga bisa terkena seks bebas. Juga bahasa dan sosial-budaya kontak menyebabkan pinjaman dari kata atau kata-kata pinjaman. Budaya dapat mempengaruhi keyakinan dan perasaan kita. Alih-alih hanya mengambil budaya lain ke dalam budaya Indonesia, akan lebih baik jika mencoba untuk menghormati kebudayaan sendiri dan memperkenalkan kepada dunia.


Seminar ini diawali dengan sambutan dari saudari Atika Listya selaku Ketua Pelaksana. Dilanjutkan sambutan Bapak Dr. Ravi Salim selaku Pembantu Rektor 1 dan dibuka dengan Bapak Drs. Hendro Firmawan, MM selaku Pembantu Dekan 3. Antusias para peserta terlihat dari jumlah peserta yang cukup banyak yaitu sekitar 300 orang dan juga dari keaktifan mereka untuk bertanya.