Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Seminar Nyeri Haid, Perlukah Diantisipasi?


Program Studi Kebidanan UG bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum  Bunda Margonda menyelenggarakan seminar dengan tema, “Nyeri Haid, Perlukah Diantisipasi”. Seminar berlangsung Sabtu (27/11) dan bertempat di Auditorium Kampus E Kelapa Dua Depok. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Program D3 Kebidanan UG, Prof. Dr. Johan Harlan, nara sumber, Dr. Fachri Razi, Sp.OG dan mahasiswa Program D3 Kebidanan UG sebagai peserta.

Seminar dibuka oleh Direktur Program D3 Kebidanan UG. Dalam kesempatan memberikan kata sambutan, Prof. Dr. Johan Harlan, mengatakan, seminar yang mengambil topik di sekitar  haid sangat penting untuk diketahui  oleh mahasiswa.  Karena data menunjukkan bahwa sebagian besar remaja  atau lebih dari separo mengalami nyeri haid. Karena itulah, untuk mengetahui lebih jauh tentang permasalahan tersebut serta bagaimana cara mengatasinya diadakan seminar ini.

Menurut nara sumber, Dr. Fachri Razi, Sp. OG, haid adalah pendarahan secara periodik  dan siklik dari uterus, disertasi pelepasan  endometrium. Haid juga merupakan siklus alamiah  yang dialami oleh setiap wanita  normal.
“Namun masalahnya hampir semua wanita yang haid mengalami rasa tidak enak atau nyeri  pada perut  bagian bawah,” ujarnya.
Ditambahkan. Nyeri pada saat menstruasi merupakan keluhan yang paling sering menyebabkan para wanita muda pergi ke dokter.  Dampaknya cukup besar  terhadap berbagai bidang. Untuk hal ini, sitilah yang dipakai adalah dismenoera, yakni bila nyeri begitu hebat  sehingga mengganggu aktifitas dan memerlukan obat-obatan.

Nyeri haid muncul beberapa hari menjelang haid (1-3 hari sebelum haid). Setiap nyeri yang timbul pada organ tubuh tertentu  bersamaan dengan datangnya haid harus dipikirkan adanya endometriosis. “Endometriosis adalah susukan jaringan (sel-sel kelenjar dan jaringan)  abnormal mirip endometrium yang tumbuh di luar kavum uterus dan fungsinya mirip endometrium  karena berhubungan  dengan haid  dan bersifat jinak, tapi dapat menyebar ke organ-organ dan susunan lainnya".  Upaya yang dapat dilakukan, menurut Dr. Fachri, adalah dengan Ultrasonografi, pemeriksaan Ginekologi Inspkulo, Laparoskopi dan Laparatomi untuk mengetahui  ada tidaknya endometriosis. Bila nyeri haid  terjadi pada usia  remaja, maka pertama kali harus dicurigai  sebagai penyebabnya  adalah endometriosis.
Acara seminar ditutup sesi Tanya jawab oleh peserta serta presentasi dari pihak Kiranti selaku pendukung acara seminar.