Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > Arsip >
Sidang Ilmiah Penjajagan Peluang Aplikasi dan Implementasi Telemedicine dalam Dunia Kedokteran


Pusat Studi Informatika Kedokteran Universitas Gunadarma kembali mengadakan Sidang Ilmiah pada 10 November 2006. Pada kesempatan yang kelima ini, tema yang diusung adalah “Penjajagan Peluang Aplikasi dan Implementasi Telemedicine dalam Dunia Kedokteran Indonesia”. Tampil sebagai pembicara adalah Dr. dr. Johan Harlan, Ssi, MSc. dari Universitas Gunadarma, dr. Erik Tapan, MHA yang menjabat Sekertaris I PIKIN, dan Dr.ing. Adang Suhendra sebagai moderator. Sidang Ilmiah kelima yang diselenggarakan di Pusat Studi Informatika Kedokteran Universitas Gunadarma, Jalan Raya Pasar Minggu 99G ini juga bertepatan dengan ulang tahun yang pertama Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia (PIKIN).



Acara ini dibuka oleh PUREK IV Universitas Gunadarma, Dr. Didin Mukodim, yang pada sambutannya memberikan ucapan selamat pada PIKIN atas hari ulang tahunnya yang pertama dan mengharapkan agar setelah acara ini, aplikasi telemedicine dapat segera diimplementasikan bukan lagi sekedar penjajagan.

Dr. dr. Johan Harlan, Ssi, MSc. selaku pembicara pertama memaparkan makalahnya yang berjudul “Dasar-dasar Implementasi Telemedicine”. Telemedicine adalah layanan kesehatan yang dilaksanakan dari jarak jauh dan transfer data medik elektronik dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Data telemedicine dapat berupa data teks dan numerik yaitu transmisi dalam bentuk hanya untuk dibaca, seperti laporan, korespondensi, catatan tentang pasien dalam rekam medik. Selain itu dapat pula berbentuk audio berupa transmisi analog / digital seperti suara pembicaraan, sinyal audio dari stetoskop elektronik.

Sedangkan dr. Erik Tapan, MHA sebagai pembicara kedua mempresentasikan makalah mengenai implementasi telemedicine. Menurut beliau, telemedicine adalah layanan antar dokter dan kepada masyarakat luas. Tujuan telemedicine adalah mengusahakan tercapainya pelayanan kesehatan secara merata di seluruh populasi negara, meningkatkan kualitas pelayanan terutama untuk daerah terpencil dan penghematan biaya dibandingkan cara konvensional. Telemedicine juga ditujukan untuk mengurangi rujukan ke dokter atau pelayanan kesehatan di kota-kota besar, sarana pendidikan kedokteran dan juga untuk kasus-kasus darurat. Perluasan manfaat telemedicine bisa menjangkau daerah-daerah bencana, penerbangan jarak jauh, dan bagi wisatawan asing yang sedang berada di daerah wisata. Selanjutnya, dr. Erik Tapan juga mengungkapkan ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan dalam implementasi telemedicine seperti sarana transmisi, lisensi bagi dokter yang melakukan telemedicine, aspek hukum, dan sebagainya.

Disimpulkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan rasio ketersediaan dokter yang kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya terutama di daerah terpencil, sangat memerlukan telemedicine ini.