Home | Bahasa | Sitemap | HelpDesk | UG-Pedia | Contact
Search
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > Fakultas > Teknik Sipil dan Perencanaan > PendahuluanTS >
Pendahuluan


PENDAHULUAN Era industrialisasi yang sekarang sudah mulai terasa akan makin berkembang di masa depan. Kebutuhan masa depan Sarjana Teknik, akan meluas bukan hanya diperlukan untuk mendukung teknologi bagi pembangunan wilayah perkotaan, tetapi juga wilayah pedeasaan dan pegunungan, wilayah pantai, bahkan wilayah perairan dan teknologi bawah air, tidak terkecuali jaringan sarana transportasi Bidang ilmu eksakta yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi swasta baru mencapai sekitar 24%, sedang bidang ilmu nir-eksakta hampir tiga kali lipat atau sekitar 76%. Bidang ilmu yang diselenggarakan dalam sistem pendidikan nasional sampai waktu sekarang belum berimbang, hal tersebut perlu segera dikoreksi Selanjutnya, angka partisipasi penduduk usia 19-24 tahun mengikuti pendidikan tinggi pada tahun 2020 akan meningkat dari keadaan sekarang sekitar 10% menjadi 25%. Rencana tersebut memberi petunjuk bahwa jumlah mahasiswa akan meningkat dari 2.5 juta (keadaan sekarang) menjadi sekitar enam juta (tahun 2020). Perguruan tinggi harus mampu menerjemahkan rencana pemerintah, secara cermat dan relevan. Pertambahan jumlah mahasiswa tersebut hendaknya tidak diterjemahkan hanya mengupayakan peningkatan daya tampung, tetapi bidang-bidang ilmu atau program-Program Studi apa saja yang perlu diselenggarakan untuk mendukung kebutuhan tenaga pembangunan. Jumlah lulusan Sarjana Teknik yang dihasilkan masih lebih rendah dari kebutuhan. Hal ini memberi gambaran bahwa sampai sekarang, perguruan-perguruan tinggi pada umumnya belum mampu memenuhi arus peningkatan kebutuhan Sarjana Teknik, tidak terkecuali Indonesia. Program Percepatan Insinyur yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi beberapa tahun yang lalu sampai sekarang, menunjukkan bahwa produksi Sarjana Teknik harus makin ditingkatkan.Apabila ada yang berpendapat bahwa Sarjana Teknik tertentu dianggap sudah jenuh. Kejenuhan itu baru merupakan ungkapan atau potret seketika yang mengamati ada sejumlah Sarjana Teknik yang belum memperoleh pekerjaan, padahal keperluan Sarjana Teknik untuk pembangunan semesta Indonesia, harus jauh lebih besar dari yang mampu dihasilkan sampai sekarang. Oleh karena itu perlu ada usaha sungguh-sungguh mengenai hal ini.