Search
 
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > pisa >
Pajak Bertutur - Membangun Generasi Indonesia Emas yang Sadar Pajak Bersama Menteri Keuangan RI


Universitas Gunadarma bersama dengan Kantor Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat III kembali menyelenggarakan kuliah umum terkait dengan pajak. Bertempat di Auditorium D462 Universitas Gunadarma, puluhan mahasiswa hadir untuk mengikuti kegiatan Pajak Bertutur - Membangun Generasi Indonesia Emas yang Sadar Pajak pada Jumat (11/8). Turut hadir menjadi pemateri yaitu Mahdaniar, SE., MA selaku Kepala Pelayanan & Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Barat III dan Waluyo, SE., MM selaku Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan & Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP Jawa Barat III. Dalam kegiatan ini turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui teleconference dari Kantor Pusat Pajak, Jakarta yang juga diikuti oleh beragam Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia.

Sri Mulyani mengajak mahasiswa untuk lebih banyak berkontribusi kepada masyarakat. Caranya, dengan giat belajar serta patuh membayar pajak, atau setidaknya membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). "Mahasiswa yang punya NPWP itu yang keren", kata Sri Mulyani. Dengan memiliki NPWP, maka mahasiswa terdata sebagai basis pajak Indonesia dan saat memiliki penghasilan bisa berkontribusi untuk mendanai pembangunan. Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa adalah elit bukan rakyat jelata yang berhak menuntut keadilan tanpa melakukan apapun bagi negaranya. Sebab, mahasiswa berkesempatan menempuh pendidikan hingga 16 tahun, jauh di atas rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia yang hanya 7,95 tahun. "Rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia adalah 7,95 tahun, berarti SD lebih sedikit. Anda (mahasiswa) termasuk ekslusif, jadi jangan menganggap diri Anda rakyat jelata. Kalian itu elit. Anda adalah calon pemimpin bangsa", ujarnya.

Maka itu, ia mengajak mahasiswa untuk giat belajar, menularkan semangat belajar kepada sekelilingnya, dan patuh membayar pajak. Ia pun menekankan bahwa Indonesia membutuhkan penerimaan pajak untuk pembangunan, termasuk di sektor pendidikan, dan membantu masyarakat sangat miskin dan miskin. Ia mengungkapkan pendidikan Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain. Skor programme for international student assesment (PISA) Indonesia berada di posisi enam terbawah dari 69 negara. Skor PISA ini mengakur kemampuan masyarakat suatu negara dalam hal matematika, ilmu pengetahuan, dan membaca. Dengan posisi tersebut, Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Korea Selatan. Indonesia hanya lebih baik dibandingkan Brazil. Di sisi lain, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia tercatat hanya sebesar 69,55. Level indeks tersebut tidak baik dan tidak buruk. Sementara itu, rata-rata usia harapan hidup 70,9 tahun. Sedangkan pengeluarannya hanya Rp 10,42 juta per kapita per tahun.

Para mahasiswa yang hadir di Auditorium D462 Universitas Gunadarma juga berkesempatan menyapa Menteri Keuangan pada akhir acara. Selain itu Kantor Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat III juga memberikan puluhan doorprize bagi peserta yang hadir.