Search
 
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > 36 >
Seminar Nasional Smart City : Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Mewujudkan Smart City


Dalam memperingati hari jadi Universitas Gunadarma ke-36, pada Kamis (10/8) Universitas Gunadarma menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Mewujudkan Smart City". Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium D462 kampus Universitas Gunadarma ini turut hadir Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadikan bukti nyata kolaborasi aktif atara institusi pendidikan dengan pemerintah. "Tidak hanya Depok, kita sudah banyak menjalin kerjasama dengan beberapa daerah lain di Indonesia untuk dapat bersinergi terutama dalam bidang IT dan ini merupakan bentuk nyata kita maju berkolaborasi Bersama untuk lebih baik", ungkapnya. Rektor juga menjelaskan bahwa Universitas Gunadarma saat ini sedang menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam menerapkan smart garden untuk Kebun Raya Bedugul. "Selain itu kita Universitas Gunadarma juga sedang dalam tahap perencanaan dan pembangunan Gunadarma sains techno park yang berlokasi di Cikalong, Jawa Barat. Kami memohon doa restu kepada seluruhnya agar seluruhnya berjalan lancar", tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM. juga meresmikan Center of Smart and Suistanable City atau CSSC Universitas Gunadarma. CSSC merupakan sebuah pusat studi pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan yang nantinya dapat menjadi wadah penelitian dan pengembangan smart city di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan keynote speaker yaitu Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakilkan oleh Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Tri Dewi Virgiyanti, ST, MEM. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2045, jumlah penduduk dunia yang tinggal di perkotaan akan meningkat hingga 1.5 6 milyar. Beragam dampak positif dan negatif akan terus ada seiring dengan arus urbanisasi tidak terkecuali di Indonesia. "Untuk itu butuh kolaborasi nyata antar kementerian saat ini agar tujuan kita bersama menuju kota yang produktif dan berdaya saing dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi yang kian pesat perkembangannya saat ini", ungkap Tri Dewi. Ia menambahkan bahwa kota yang produktif dan berdaya saing meliputi pemanfaatan TI dalam pelayanan publik dan sistem pemerintahan, produktivitas ekonomi dan pelayanan pelatihan online, kemudahan usaha dan investasi, perizinan yang sederhana, dan terakhir pengendalian disruptive economy berbasis TI.

Pemerintah daerah memiliki beragam permasalahan yang harus dihadapi dalam membangun kota cerdas. Namun disisi lain Perguruan Tinggi memiliki beragam solusi yang dapat digunakan dalam membangun kota cerdas. Hal tersebut disampaikan oleh kepala pusat studi pengembangan kota cerdas berkelanjutan Universitas Gunadarma atau UG-CSSC, Dr. Prihandoko. "Internal birokrasi, layanan masyarakat belum baik, masalah transportasi, infrastruktur, social, ketertiban dan lain sebagainya merupakan sejuta permasalahan yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Namun disisi lain perguruan tinggi memiliki sejuta solusi diantaranya seperti sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah yang memadai dan berkompeten di bidangnya baik dosen maupun mahasiswa, kemudian keahlian dan kepakaran di berbagai bidang baik secara teori maupun praktek serta kultur ilmiah dan akademik yang terbangun secara obyektif", ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Prof. Suhono Harso Supangkat, Ketua Asosiasi Prakrasa Indonesia Cerdas yang mengatakan bahwa tantangan para kepala daerah saat ini adalah perlunya solusi-solusi baru yang lebih inovatif untuk menyelesaikan permasalahan kota dalam hal ini menuju kota cerdas. "TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) merupakan salah satu teknologi yang memiliki potensi inovatif yang tinggi untuk menyelesaikan berbagai tantangan perkotaan. Namun demikian, Smart City tidak identik dengan Kota TIK (Digital City) karena TIK bukan satu satunya kunci penyelesaian masalah perkotaan", ungkap Guru Besar STEI ITB tersebut.

Seminar ini menghadirkan pemateri diantaranya Firmansyah Lubis dari Direktorat e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Prof. Dr. Achmad Benny Mutiara dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia, Prof. Suhono Harso Supangkat dari Asosiasi Prakrasa Indonesia Cerdas, Mohammad Idris Walikota Depok, dan yang terakhir adalah Dr. Prihandoko, MIT dari Universitas Gunadarma yang merupakan kepala dari Universitas Gunadarma Center for Smart and Sustainable City (UG-CSSC).