Search
 
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009: Lalu Lintas & Angkutan Umum


Tingginya angka kecelakaan di Indonesia yang menyebabkan korban meninggal atau cacat, mendorong Universitas Gunadarma bekerjasama dengan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melaksanakan sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009 Tentang  Lalu Lintas Dan Angkutan Umum pada hari kamis, tanggal 25 Pebruari 2010 lalu . Sosialisasi bertempat di Auditorium Kampus D 460  dan dihadiri  oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UG serta para dosen. Sosialisasi yang diberi judul, “Police Goes to Campus” ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada segenap civitas akademika UG.
Hal ini didasarkan pada data, bahwa angka tertinggi kecelakaan adalah pengendara sepeda motor. Sementara dari sisi usia, pada umumnya adalah usia muda, termasuk di dalamnya para mahasiswa. Padahal usia muda atau mahasiswa merupakan usia produktif. Jadi sayang kalau mereka harus cacat atau mati sia-sia diakibatkan kecelakaan di jalan.

Hadir  pada kesempatan tersebut, Pembantu Rektor III, Irwan Bastian, S.Kom, MMSI, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKPB Drs. Ari Subiyanto beserta rombongan, Kepala Cabang Jasa Raharja, H. Mustimar Karim, SE, MM, beserta rombongan, Kapolres Depok dan jajarannya serta tamu undangan lainnya.
Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor III, Irwan Bastian, S.Kom, MMSI. Dalam kata sambutannya, Purek III  mengajak kepada mahasiswa untuk senantiasa mematuhi  peraturan lalu lintas yang ada. Karena dengan mematuhi peraturan lalu lintas, selain dapat menjaga keselamatan diri sendiri, juga menjaga keselamatan orang lain.
“Sering kali terjadi kecelakaan di jalan raya, diakibatkan pengendara tidak taat pada rambu-rabu jalan serta peraturan lalu lintas yang ada. Apalagi banyaknya kecelakaan tersebut ternyata korbannya dari usia produktif yang di dalamnya adalah para mahasiswa” ujar Purek III.
Usai pembukaan dan sambutan oleh Purek III,  dilanjutkan acara sosialisasi yang disampaikan secara langsung oleh Wakil  Kepala Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Drs. Ari Subiyanto. Menurut Ari Subiyanto, tugas utama polisi lalu lintas adalah penegakan hukum di bidang lalu lintas. Selain itu, polisi lalu lintas  juga memiliki tugas mengatur lalu lintas.
“Maka bila ada demo-demo yang melintas di jalan raya, maka menjadi tugas polisi lalu lintas  untuk mengatur dan  membuat lancar arus lalu lintas yang ada,” ujarnya.
Ditambahkan Ari  lagi, bahwa kecelakaan yang terjadi pada dasarnya korelasi dengan pelanggaran. Artinya, semakin banyak terjadi pelanggaran, maka semakin banyak terjadi kecelakaan. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit terjadi pelanggaran, maka sedikit pula terjadi kecelakaan.
Grafik kendaraan di Jakarta, terutama sepeda motor,   yang sempat dicatat   hingga akhir tahun 2009 lalu mencapai 7 juta. Jumlah ini ternyata melampaui dari perkiraan semula. Sepeda motor dipilih, karena selain harganya murah dan terjangkau, juga praktis dikendarai di jalan raya. Bahkan untuk mendapatkannya juga sangat mudah, cukup memiliki uang Rp 500 ribu saja sudah bisa membawa pulang motor baru dengan cara kredit.
“Karena itu, mari kita bersama-sama menaati peraturan lalu lintas sebagaimana tercantum dalam UU. No. 22 Tahun 2009. Mari kita pakai helm yang benar dan sesuai standar SNI,  menyalakan lampu pada siang hari, jangan belok kiri langsung serta patuhi marka jalan serta rambu-rambu yang ada,” tandas Ari Subiyanto lagi.
Sementara itu,  Kepala Cabang Jasa Raharja DKI Jakarta, H. Mustimar Karim, SE, MM, mengatakan, terhadap kecelakaan serta adanya korban, maka menjadi tugas Jasa Raharja untuk memberikan santunan. Karena tugas pokok Jasa Raharja adalah  memberikan santunan kepada masyarakat  yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan  dan undang-undang lalu lintas. Baik itu korban  meninggal maupun korban dalam perawatan medis.
Acara sosilisasi berakhir dengan  penandatanganan aksi peduli  yang diikuti oleh seluruh para peserta yang hadir. Lalu penyerahan door prize berupa helm standar SNI kepada para peserta yang dapat menjawab pertanyaan secara benar dan tepat.