Search
 
Direktori UG : A - Z
A
B
C
 
Uzbek-Indonesian Joint International Conference, October 8-9, 2013  
Uzbek-Indonesian Joint International Conference On Economics And Management Toward Nation Character Development. Branch Of Russian Economic University After G.V.Plekhanov In Tashkent, Uzbekistan And ...
 

 
Indonesia Open Source Award 2012  
Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. For Further Information http://iosa.web.id/ ...
 



Home > News >
Upacara Pengukuhan Guru Besar Tetap UG, Prof. Dr. Didin Mukodim


Satu lagi guru besar atau professor dihasilkan UG. Dengan tambahan satu guru besar ini, maka secara keseluruhan sampai hari ini, UG telah menghasilkan 11 guru besar.  Seorang yang berhasil meraih guru  besar tersebut adalah Prof. Dr. Didin Mukodim. Prof. Dr. Didin Mukodim kini tercatat sebagai guru besar tetap UG bidang manajemen  strategi dan organisasi. Secara resmi pengukuhan guru besar  berlangsung Rabu, 3 Maret 2010 lalu di Auditorium D 460.
Hadir pada kesempatan tersebut Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta, Prof. Dr. Haryoto Kusnoputranto, SKM, Dr. PH, Koordinator Kopertis Wilayah I,  Koordinator Kopertis Wilayah II,  Koordinator Kopertis Wilayah V. Hadir pula para dosen dan segenap civitas akademika UG serta tamu undangan lainnya.
Acara pengukuhan dimulai dengan prosesi Senat  Universitas Gunadarma menuju ruang pengukuhan. Selanjutnya Hymne UG oleh kelompok PSM Swara Darmagita UG. Pembukaan  sidang oleh Rektor, Prof. Dr. E.S Margianti, SE, MM. dan  pembacaan penetapan SK Menteri Pendidikan Nasional RI  Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana.  Prof. Dr. Didin Mukodim ditetapkan sebaga guru besar tetap UG berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI  Nomor 51339/AIV-5/KP/2009 terhitung sejak tanggal 1 Juli 2009.
Dalam upacara pengukuhan ini, Prof. Dr. Didin Mukodim menyampaikan pidato ilmiah dengan judul,  “Proses Manajemen Strategi  Dalam Organisasi.” Menurut Didin, pengambilan topic ini  didasarkan pada pokok pemikiran bahwa sebagai organisasi, maka setiap  badan usaha atau perguruan tinggi mempunyai sejumlah stakeholders atau para pihak  yang secara langsung  maupun tidak langsung secara system berhubungan  atau mempengaruhi tugas dan fungsinya sehingga diperlukan strategi manajemen.
Manajemen strategi (Strategic Management) adalah sekelompok keputusan dan tindakan  manajerial  yang menentukan kinerja jangka panjang sebuah organisasi. Manajemen strategi  yang merupakan  tugas dan fungsi dari manajemen puncak pada dasarnya mencakup  kegiatan dan semua implementasi dari fungsi  manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi.
“Karena itu manajemen strategi  sebuah organisasi haruslan direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan, dikendalikan dan dievaluasi,” ujar Prof. Didin.
Usai pidato ilmiah dilanjutan pengalungan selendang  tanda guru besar oleh Rektor UG. Dengan pengalungan selendang ini, maka, Prof. Dr. Didin Mukodim secara resmi  berhak menyandang jabatan fungsional tertinggi dalam akademik, yakni guru besar atau professor. Secara  resmi pula  Prof. Dr. Didin Mukodim  masuk dalam keluarga besar Senat Universitas Gunadarma.
Dalam kesempatan memberikan sambutan, Rektor mengucapkan selamat kepeda Prof. Dr. Didin Mukodim.
“Dengan tambahan satu orang gurtu besar, maka UG sampai saat ini telah menghasilkan 11 orang guru. Tapi jumlah keseluruhan guru besar yang ada di UG tentu lebih dari itu. Karena ada juga yang mendapat professor bukan dari UG,” ujar  Rektor UG  menjelaskan.
Dikatakan Rektor, meski sudah meraih guru besar bukan berhenti  harus berhenti. Tapi sebaliknya harus tetap berkarya  dan mengembangkan seeluruh kemampuan yang ada untuk  kemajuan bangsa dan negara. Memberikan kontribusai yang nyata pada kehidupan manusia serta terus melangkah untuk mencapai tahapan yang lebih baik lagi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Koordinator Kopertis Wilayah III, Prof. Dr. Haryoto Kusnoputranto, SKM, Dr. PH, mengatakan selamat kepada keluarga besar UG yang telah menghasilkan satu guru besar lagi.
“Guru besar merupakan jabatan fungsional akademik tertinggi  di perguruan tinggi. Karena itu proses untuk meraihnya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Ditambahkan,  sebagaimana tugas utama dosen, yakni; mengembangkan, menyebarluaskan dan mentranformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, guru besar juga memiliki tanggung jawab yang sama. Bahkan sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi, guru besar diharuskan untuk mendidik, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat.
“Namun sesuai aturan yang baru, guru besar diberikan  tambahan tugas baru, yakni; menulis buku,  menghasilkan karya ilmiah dan menyebarluaskan gagasan,” lanjutnya.
Upacara pengukuhan berakhir dengan penutupan doa dan dilanjutkan pemberian ucapat selamat oleh para hadirin kepada Prof. Dr. Didin Mukodim.